Aadanwde's Blog

Bukan Sekedar Gagah – gagahan

Posted on: Oktober 28, 2011

“Akulah seorang mahasiswa”, terkesan sangat keren ketika kita bisa mengucapkan kata itu. Namun istilah mahasiswa tentu bukan sekedar gagah – gagahan.
Zaman sekolah kita memang masih berpikiran kekanak-kanakan, Jujur saja kita tentu sering mengobrol ketika guru menerangkan. Baru mencatat kalau sudah di suruh oleh guru. Yang lebih parah lagi belajar sistem SKS (sistem kebut semalam) ketika menjelang ujian.

Apakah gaya belajar seperti itu masih pantas diterapkan ketika menjadi seorang mahasiswa. Tentu bisa! tapi jangan harap akan mendapatkan nilai index prestasi komutatif (IPK) yang tinggi.

Di beberapa kampus yang peraturannya cukup ketat, gaya berpakaian sangat diperhatikan

Gaya belajar di saat kuliah memang berbeda dengan di zaman sekolah. Gaya berpakaiannya saja sudah beda. Jika di sekolah kita wajib mengenakan seragam sekolah lengkap. Ketika kuliah kita dapat menggunakan pakaian yang bebas, Tentu saja kampus memperbolehkan mahasiswanya berpakaian tak seragam. karena mahasiswa adalah pribadi yang sudah dewasa dan diberikan kebebasan untuk memilih. Namun,terkadang kebebasan yang sudah diberikan itu di salah gunakan dan terlewat batas.

Untuk mahasiswa wanita terkadang berdandan seperti ingin menghadiri sebuah pesta, dan untuk para mahasiswa lelaki terkadang berdandan seperti ingin tidur sewaktu datang ke kampus, bahkan ada beberapa mahasiswa yang mengenakan sendal jepit, celana sobek – sobek dll. Tentunya ini sangat tidak layak bagi para mahasiswa yang notabeneĀ  golongan yang “terpelajar”, sepatutnya para mahasiswa berpakaian yang layak dan baik agar terlihat lebih sopan dan rapi. Disetiap kampus tentunya memiliki peraturan masing – masing tentang cara berpakaian di dalam kampus, Hati – hati kepada mahasiswa yang mungkin kampusnya memiliki peraturan yang ketat, bisa saja mahasiswa yang melanggar akan di berikan hukuman.

Selain cara berpakaian cara belajarpun sebaiknya mulai diubah, Berbeda dengan sewaktu di sekolah. Dosen di kampus terkesan lebih cuek, mereka tak melulu menyuapi kita dengan pelajaran. Prinsipnya jika kita ingin pintar, kita harus aktif dan berfikir kritis. Patut di perhatikan juga, untuk mendapatkan nilai IPK yang tinggi tentunya tidaklah mudah, jika awal semester nilai IPK kita sudah Jeblok tentunya akan lebih sulit lagi mengejar IPK yang bagus di akhir semester.

Banyak kisah teman – teman yang banyak bermain – main saat semester awal. ketika menjelang akhir semester walaupun IPKnya mentok, niali IPK itu tidak bisa memenuhi harapan. Oleh sebab itu agar tujuan akhir yaitu mendapatkan IPK yang tinggi terapai, ada baiknya kita mulai berpikir layaknya seorang mahasiswa sejak dari awal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • BERPIKIR INDUKTIF | Mulyonoprabowo's Blog: [...] 2. Hipotesis dan Teori Generalisasi dan hipotese memiliki sifat yang tumpang tindih, namun membedakan kedua istilah tersebut sangat perlu. Hipot
  • aadanwde: Buat mba febrina, tentunya ada banyak cara untuk mendapatkan nilai IPK yang tinggi/bagus,selain sedikit tips yang saya berikan. nilai rendah pada smst
  • febrina: saya berkeinginan untuk meningkatkan IPK cos semester awal saya IPK rendah. menurut anda selain tips di atas apalagi yg bisa saya lakukan?? (berdoa &a

Kategori

%d blogger menyukai ini: